sampah, mana sampahnya?
saya adalah tempat sampah yang beroperasi 24 jam, 7 hari seminggu. saya menerima semua sampah dari semua orang, berbagai jenis sampah segala bentuk dan rupa. ada sampah pacar, ada sampah keluarga, ada sampah sekolah, ada sampah teman.
ada juga sampah suka2an, atau kerennya sampah cinta. tapi cinta nggak pantas masuk tempat sampah, jadi sebut saja sampah suka. sampah suka tidak seharusnya disebut sampah, tapi saya selalu menerima setiap hari.
setiap hari, dari semua orang, baik yang saya kenal atau tidak terlalu kenal.
atau orang yang saya bilang, yah lebih spesial dari pembuang2 sampah lainnya.
karena saya tempat sampah, saya terima-terima saja. padahal saya mau teriak, "jangan! jangan dibuang! sayang! lebih baik saya simpan!"
tapi apa bedanya, disimpan atau tidak? toh saya tempat sampah.
saya tempat sampah, dan berfungsi sebagai tempat sampah.
seperti biasa, orang2 berlalu lalang tanpa memperhatikan saya. mereka baru datang ketika butuh membuang sampah. mereka senang membuang sampah pada saya, karena saya selalu diam saat mereka melemparkan sisa2 itu. mereka bisa mengoceh, memaki dan lain-lain. dan saya cuma diam. kadang2 tertawa. kadang2 berbicara sedikit. tapi saya tidak pernah berbicara lebih.
saya kan tempat sampah. punya hak apa saya bicara?
saya tempat sampah. bukan berarti saya benci. saya bangga bisa jadi tempat sampah dia, tempat sampah mereka, tempat sampah semua. saya senang menerima semua sisa2 marah, benci, sedih, suka dan lain2.
saya cuma tidak suka dapat sisa2.


