Monday, February 15, 2010

siput-siput ini

sekian lama tidak mengudara, saya kembali.

memang jaman makin canggih makin seram. mau nulis apa2 ya di blog, ya di facebook, ya di twitter, sekarang sudah ga bisa privasi lagi. hihi kenapa ga balik ke jaman amplop sama perangko saja sekalian.

anyway, sekali lagi rest in peace untuk kawanku maria paramitha oktavania luhur kamu sahabat yang baik dan sangat istimewa, saya yakin kamu sudah jadi malaikat yang cantik di sana, karena kamu bukan cantik luarnya saja, tapi hatinya juga :)

terimakasih kepada sekolah, hari ini saya dan sekitar beberapa puluh (serius ada beberapa puluh) siswa dan siswi school of choice ini kena diskors. karena bolos pas sabtu buat ngelayat vania. apa boleh buat, bukan salah bunda mengandung. sebenernya saya agak merasa bersalah kepada guru flute dan guru bahasa korea, mohon dijelaskan: guru flute dan guru bahasa korea + wali kelas saya karena muridnya tinggal sedikit soalnya semuanya pergi. maafkan saya bu, tapi saya ada alasan..

kata sekolah, hidup ini pilihan. dan saya memilih bolos, dan kena diskors.

saya terima kok dijadiin pajangan hari ini di hall bersama anak2 lain. saya terima guru2 bilang kecewa sama angkatan saya, saya terima istirahat terlambat, saya terima harus diliatin kakak2 kelas yang ngeledekin, ihiy.

tapi ini... ini menyangkut kemanusiaan! sejumput rasa solidaritas terhadap umat manusia dan mengikuti suara hati saya yang terdalam!

saya enggak ngerti besok diapain lagi di sekolah. di skors lagi? boleh saja. tapi kalau saya boleh ngomong, skors itu buang2 waktu dan tenaga. mendingan daripada di skors, waktunya dipakai untuk doain vania, atau diskusi antar murid dan guru.

diskusi tentang hidup, apalagi setelah tau teman kita harus meninggal dengan usia yang sangat muda, masa depan masih terbentang begitu luasnya tapi dia sudah harus pulang. diskusi bagaimana menjadi pribadi yang baik. baik seperti vania, karena lihat saja berapa yang datang ke pemakamannya? sampai berpuluh mobil. sampai ya itu, dibela2in bolos sama anak2. padahal mereka tahu mereka akan dihukum. kenapa? karena dia baik. karena orang2 menganggap dia cukup penting dan malah harus diantar ke tempat peristirahatannya yang terakhir dengan sebanyak mungkin doa dan cinta. daripada bengong kayak siput di hall seperti tadi. sungguh saya enggak mengerti apa juntrungannya. bahkan siput masih bisa jalan. saya tiduran aja enggak boleh.

kadang2 memang akal sehat kalau dilawan dengan perasaan enggak bisa dimengerti. tapi namanya manusia, semua punya akal budi dan hati kan? bukan saya ngatain sekolah atau guru, tapi memang kejadian kemarin itu termasuk kejadian luar biasa. luar biasa karena baru kali ini sebuah angkatan dari suatu institusi yang terkenal akan kedisiplinannya, mau membangkang dan menunjukkan kekompakan yang luar biasa. dan menurut saya hal ini dilakukan bukan sekedar jago-jagoan, tapi sebagai rasa empati yang dalam untuk mengantar kepergian seorang teman.

saya bisa lihat, betapa keluarga terutama orangtua dari vania sangat senang dan terharu melihat kami semua bela2in datang, meski ilegal. saya yakin, buat mereka, kedatangan kami merupakan suatu kekuatan. suatu penghiburan. suatu tanda bahwa anak mereka dicintai. bahwa anak mereka diperhatikan dan teman2nya peduli. bahwa anak mereka adalah anak yang dikenal baik, hingga teman2 yang tidak kenal pun mau datang untuk mendoakan. apakah itu suatu kesalahan? sehingga harus dihukum seperti siput?

hanya nganter orang saja kok masalah. kasihan, orangnya udah tenang disana. lah yang disini saling ngata2in via media jejaring sosial elektronik.

saya tahu, kami salah karena bolos.
saya tahu, peraturan sekolah masih berlaku.
tapi yang bikin saya senang, tadi saya diceritain.
waktu misa requiem dan pemakaman vania, kebetulan ada teman yang bisa 'lihat'.
dia bilang selama itu, vania terus ada bersama kita.
dan waktu pemakaman, dia berdiri di samping petinya. memakai seragam sekolah kita. rambutnya panjang seperti rambutnya yang sediakala.
dan dia terlihat senang. senang karena teman2nya datang dan menunjukkan bahwa mereka menyayangi dia. *lap air mata

vania, semoga kamu tenang ya di sana. doakan kami disini. yang sedang menjadi siput untuk beberapa hari ini. tapi kami rela. karena kami sayang kamu. amin.