Thursday, November 6, 2008

"fisika berawal dari keautisan seseorang"
andreas kenardi-XE

well ken, it appears that bukan hanya fisikanya, tapi gurunya juga.

di sekolah tercinta kita ini punya tiga guru fisika, pak alex, bu winarni dan pak catur.
seperti kata pepatah, rumput tetangga lebih hijau.
dan memang itulah adanya.

gw suka mikir, dengan guru fisika gw yang wanita itu, apakah teman-teman di kelas lain nasibnya lebih bagus daripada gw? setelah obrolan ringan tapi cadas alias curhatan dari anak-anak kelas lain dengan dewa fisikanya masing2,

nasib mereka ga lebih bagus.

nasib guru gw sendiri

bu winarni: "veektoor aaaahh. ditambaah veektorr beeehh. jadii veektorr ceeehh"
kelas Xe: "GAK NGERTI BU"
bu winarni: "HAYOO.. DICOBA DULUU.." *tampang menggoda*
kelas Xe: "masih gak ngerti BU"
bu winarni: *ngerjain sendiri*
bu winarni: "HAYOO.. IYA APA IYA.." *tampang masih sangat menggoda*
kelas Xe: *glek*


curhatan dari lyvi dan gita

pak alex: "jadi ini plekuensi."
lyvi: *hah apa itu plekuensi! pasti ini bahan baru!*
lyvi: "plekuensi?"
pak alex: "YA! PLEKUENSI!"
pak alex *nulis f*
lyvi: "YA TUHAN MAKSUD DIA FREKUENSI"

(kata gita: "dia bilang dufan itu DUPAN!")


curhatan dari karin dan ndim

pak catur: *nulis2 rumus*
pak catur: "iya kan? benar kan?"
kelas Xa: *muka bete* "iya.."
pak catur: "nah? benar kan?"
kelas Xa: *lebih bete* "iya pak.."
pak catur: "IYA KAN? BENAR KAN?"
karin: "IYA PAK!" *kesel*

kata ndim, pak catur lagi ngajar apa gitu ga jelas. trus dia nanya ke anak2
pak catur: "pada ngerti ga?"
(lah dia nanya lagi)
kelas Xa: "engga pak.."
pak catur: "LOH KOK GA NGERTI SIH?"

damn. that's what you are paid for gitu..



pada akhirnya, kita mikir kalo itu tiga guru disatuin gimana ya?
guru: "jadi PEKTOR A kuadrat, plus PEKTOR B kuadrat min dua PEKTOR AB cos C."
kelas: "HAH? pektor? rumus apakah itu?"
guru: "rumus untuk cari PLEKUENSI."
kelas: "HAH?"
guru: "bener kan? saya benar kan? YA KAN? BENAR KAN SAYA?"
kelas: "tapi pa-"
guru: "HAYOO.. DICOBA DULU"


matilah fisika.